Selasa, 07 Februari 2012
Sabtu, 10 Oktober 2009
RPP TEMATIK Nama : SDN TAMANJAYAt
Kelas/Semester : I/1 Tema : Diri Sendiri Mata Pelajaran : IPA, Bahasa Indonesia, SBK, dan Matematika Alokasi Waktu : 5 x 35 Menit (1 x pertemuan) A. Standar Kompetensi IPA 1. Mengenal anggota tubuh dan kegunaannya, serta cara perawatannya BAHASA INDONESIA 1. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi, secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh, dan deklamasi SBK 4. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik MATEMATIKA 1. Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 B. Kompetensi Dasar : IPA 1.1 Mengenal bagian- bagian tubuh dan kegunaannya serta cara perawatannya BAHASA INDONESIA 2.3 Mendeskipsikan benda- benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana SBK 4.4 Melafalkan lagu anak- anak MATEMATIKA 1.1 Membilang banyak benda C. Indikator : 1. Menyebutkan masing- masing kegunaan tubuh (IPA) 2. Mendeskripsikan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana ( Bhs Indonesia) 3. Melafalkan lagu anak- anak yang ada hubungannya dengan anggota tubuh (SBK) 4. Menghitung jumlah bagian-bagian anggota tubuh (MTK) D. Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat menyebutkan masing- masing kegunaan tubuh (IPA) 2. Siswa dapat mendeskripsikan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana ( Bahasa Indonesia) 3. Siswa dapat melafalkan lagu anak- anak yang ada hubungannya dengan anggota tubuh (SBK) 4. Siswa dapat menghitung jumlah bagian-bagian anggota tubuh (MTK) E. Materi Ajar/ Pembelajaran: Bagian Anggota Tubuh Manusia 1. Anggota tubuh manusia Anggota tubuh manusia yang diperkenalkan adalah yang tampak oleh mata, misalnya mata, hidung, telinga, kulit, tangan, kepala, lidah, jari tangan, kaki, dan lain sebagainya. 2. Kegunaan anggota tubuh Beberapa contoh kegunaan anggota tubuh yaitu mata untuk melihat atau mengamati berbagai benda yang ada di lingkungan sekitar, hidung untuk mencium bau berbagai benda terutama benda yang memiliki bau menyengat, telinga untuk mendengar berbagai bunyi benda, gigi untuk menggigit atau mengunyah makanan, lidah untuk mencicipi rasa, misalnya rasa makanan yang manis, pedas, atau asin, kulit untuk merasakan permukaan benda halus, kasar, dingin, panas, dan lain sebagainya. 3. Jumlah bagian anggota tubuh manusia Jumlah bagian anggota tubuh manusia yaitu 2 mata, 1 hidung, 2 telinga, 2 tangan, 2 kaki, 10 jari tangan kanan kiri, dan lain sebagainya. F. Metode Pembelajaran: Pengamatan, Mendongeng, Demontrasi, Tanya Jawab, dan Penugasan G. Langkah Kegiatan Pembelajaran: a. Pendahuluan (± 1 x 35 Menit) 1. Guru mengecek kesiapan siswa, media, dan perlengkapan belajar kelas 2. Siswa mendengar cerita guru tentang manusia sebagai ciptaan Tuhan dalam bentuk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup lain. 3. Dengan menggunakan gambar tubuh manusia dan model tubuh manusia, guru dan siswa menyebutkan bagian- bagian tubuh secara urut dan berulang- ulang dari kepala sampai ke kaki sambil menunjuk ke bagian tubuh tersebut. 4. Siswa mendengar aktif informasi guru bahwa masing-masing anggota tubuh mempunyai kegunaan yang berbeda-beda dan kegunaan tersebut akan diketahui siswa melalui hasil pengamatan. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajak siswa bertepuk tangan agar bersemangat dalam belajar. b. Inti (± 3 x 35 Menit) 6. Siswa maju ke depan kelas secara bergantian dan menyebutkan bagian- bagian tubuh sendiri secara urut dari kepala sampai kaki. 7. Dengan menggunakan kartu bergambar tiap-tiap bagian tubuh, guru membimbing siswa untuk melakukan kegiatan pengamatan tentang kegunaan bagian-bagian tubuh, misalnya: a. mata untuk melihat atau mengamati berbagai benda yang ada di lingkungan sekitar. b. hidung untuk mencium bau berbagai benda terutama benda yang memiliki bau menyengat c. telinga untuk mendengar berbagai bunyi benda. d. Gigi untuk menggigit atau mengunyah makanan. e. lidah untuk mencicipi rasa, misalnya rasa makanan yang manis, pedas, atau asin. f. kulit untuk merasakan permukaan benda halus, kasar, dingin, panas, dan lainnya. 8. Guru dan siswa mempraktikkan kegunaan anggota tubuh dan menyebutkannya secara bersama-sama. 9. Secara bergantian, 2 orang siswa tampil di depan panggung kelas untuk menyebutkan bagian tubuh tertentu dan menyebutkan namanya. Setelah itu, saling bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan temannya tentang anggota tubuh dan kegunaannya. 10. Guru membimbing siswa menyebutkan jumlah masing-masing anggota tubuh secara berulang-ulang. 11. Berpasangan dengan teman sebangku, siswa bermain tanya-jawab dengan menghitung jumlah bagian-bagian tubuh pasangannya secara bergantian. 12. Guru dan siswa bernyanyi lagu “dua mata saya”. 13. Guru bertanya pada siswa, apa saja yang telah dipelajarinya, dan siswa menuliskannya dalam buku tulis masing-masing. c. Penutup (± 1 x 35 Menit) 14. Siswa mendengar pesan- pesan moral guru untuk menjaga dan memanfaatkan semua anggota tubuh sebagai karunia Tuhan yang disyukuri. 15. Guru dan siswa bermain “kepala bernomor-siap”. Siswa menyebutkan nomor urut masing-masing. Guru memanggil salah satu nomor dan siswa yang nomornya dipanggil menjawab siap. Bila terlambat atau salah menjawab, siswa tersebut menceritakan apa yang telah dipelajari dan responnya terhadap proses pembelajaran. 16. Guru memberi penghargaan kepada seluruh siswa atas usahanya dalam belajar. H. Sumber Belajar 1. Buku Siswa Kelas 1 Tematik Diri Sendiri. Halaman 11- 15. Penerbit Ganesha Tahun 2007. 2. Kartu bergambar bagian- bagian anggota tubuh 3. Beberapa benda untuk kegiatan pengamatan saat praktik kegunaan anggota tubuh. 4. Gambar tubuh atau tubuh manusia. I. Penilaian Penilaian yang digunakan berbasis kelas dan menggunakan instrumen penilaian berikut ini. Unjuk Kerja: Menyebutkan dan Mendeskripsikan bagian anggota tubuh. Tes Tulis: Menjodohkan gambar anggota tubuh dan kegunaannya.
Jumat, 09 Oktober 2009
peta konsep
SENIN, 2008 APRIL 07 Peta Konsep untuk Mempermudah Konsep Sulit dalam Pembelajaran Peta konsep merupakan salah satu bagian dari strategi organisasi. Strategi organisasi bertujuan membantu pebelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan organisasi bertujuan membantu pebelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru, terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur pengorganisasian baru pada bahan-bahan tersebut. Strategi- strategi organisasi dapat terdiri dari pengelompokan ulang ide-ide atau istilah-istilah atau membagi ide-ide atau istilah-istilah itu menjadi subset yang lebih kecil. Strategi- strategi ini juga terdiri dari pengidentifikasian ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Salah satu pernyataan dalam teori Ausubel adalah ‘bahwa faktor yang paling penting yang mempengaruhi pembelajaran adalah apa yang telah diketahui siswa (pengetahuan awal). Jadi supaya belajar jadi bermakna, maka konsep baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif siswa. Ausubel belum menyediakan suatu alat atau cara yang sesuai yang digunakan guru untuk mengetahui apa yang telah diketahui oleh para siswa (Dahar, 1988 : 149). Berkenaan dengan itu Novak dan Gowin (1985) dalam Dahar (1988 : 149) mengemukakan bahwa cara untuk mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa, supaya belajar bermakna berlangsung dapat dilakukan dengan pertolongan peta konsep. a. Pengertian Konsep Konsep dapat didefenisikan dengan bermacam-macam rumusan. Salah satunya adalah defenisi yang dikemukakan Carrol dalam Kardi (1997 : 2) bahwa konsep merupakan suatu abstraksi dari serangkaian pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok obyek atau kejadian. Abstraksi berarti suatu proses pemusatan perhatian seseorang pada situasi tertentu dan mengambil elemen-elemen tertentu, serta mengabaikan elemen yang lain. Tidak ada satu pun definisi yang dapat mengungkapkan arti yang kaya dari konsep atau berbagai macam konsep-konsep yang diperoleh para siswa. Oleh karena itu konsep-konsep itu merupakan penyajian internal dari sekelompok stimulus, konsep- konsep itu tidak dapat diamati, dan harus disimpulkan dari perilaku. Dahar menyatakan bahwa konsep merupakan dasar untuk berpikir, untuk belajar aturan-aturan dan akhirnya untuk memecahkan masalah. Dengan demikian konsep itu sangat penting bagi manusia dalam berpikir dan belajar. Pemetaan konsep merupakan suatu alternatif selain outlining, dan dalam beberapa hal lebih efektif daripada outlining dalam mempelajari hal-hal yang lebih kompleks. Peta konsep digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Proposisi merupakan dua atau lebih konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit semantik (Novak dalam Dahar 1988 : 150). George Posner dan Alan Rudnitsky dalam Nur (2001 b: 36) menyatakan bahwa peta konsep mirip peta jalan, namun peta konsep menaruh perhatian pada hubungan antar ide-ide, bukan hubungan antar tempat. Peta konsep bukan hanya meggambarkan konsep-konsep yang penting melainkan juga menghubungkan antara konsep- konsep itu. Dalam menghubungkan konsep-konsep itu dapat digunakan dua prinsip, yaitu diferensiasi progresif dan penyesuaian integratif. Menurut Ausubel dalam Sutowijoyo (2002 : 26) diferensiasi progresif adalah suatu prinsip penyajian materi dari materi yang sulit dipahami. Sedang penyesuaian integratif adalah suatu prinsip pengintegrasian informasi baru dengan informasi lama yang telah dipelajari sebelumnya. Oleh karena itu belajar bermakna lebih mudah berlangsung, jika konsep- konsep baru dikaitkan dengan konsep yang inklusif. Untuk membuat suatu peta konsep, siswa dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. Kadang-kadang peta konsep merupakan diagram hirarki, kadang peta konsep itu memfokus pada hubungan sebab akibat. Agar pemahaman terhadap peta konsep lebih jelas, maka Dahar (1988 : 153) mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai berikut: 1) Peta konsep (pemetaan konsep) adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi, apakah itu bidang studi fisika, kimia, biologi, matematika dan lain-lain. Dengan membuat sendiri peta konsep siswa “melihat” bidang studi itu lebih jelas, dan mempelajari bidang studi itu lebih bermakna. 2) Suatu peta konsep merupakan suatu gambar dua dimensi dari suatu bidang studi atau suatu bagian dari bidang studi. Ciri inilah yang memperlihatkan hubungan- hubungan proposisional antara konsep-konsep. Hal inilah yang membedakan belajar bermakna dari belajar dengan cara mencatat pelajaran tanpa memperlihatkan hubungan antara konsep-konsep. 3) Ciri yang ketiga adalah mengenai cara menyatakan hubungan antara konsep-konsep. Tidak semua konsep memiliki bobot yang sama. Ini berarti bahwa ada beberapa konsep yang lebih inklusif dari pada konsep- konsep lain. 4) Ciri keempat adalah hirarki. Bila dua atau lebih konsep digambarkan di bawah suatu konsep yang lebih inklusif, terbentuklah suatu hirarki pada peta konsep tersebut. Peta konsep dapat menunjukkan secara visual berbagai jalan yang dapat ditempuh dalam menghubungkan pengertian konsep di dalam permasalahanya. Peta konsep yang dibuat murid dapat membantu guru untuk mengetahui miskonsepsi yang dimiliki siswa dan untuk memperkuat pemahaman konseptual guru sendiri dan disiplin ilmunya. Selain itu peta konsep merupakan suatu cara yang baik bagi siswa untuk memahami dan mengingat sejumlah informasi baru (Arends, 1997 : 251). b. Cara Menyusun Peta Konsep Menurut Dahar (1988 :154) peta konsep memegang peranan penting dalam belajar bermakna. Oleh karena itu siswa hendaknya pandai menyusun peta konsep untuk meyakinkan bahwa siswa telah belajar bermakna. Langkah- langkah berikut ini dapat diikuti untuk menciptakan suatu peta konsep. Langkah 1 : mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep. Langkah 2 : mengidentifikasi ide- ide atau konsep-konsep sekunder yang menunjang ide utama Langkah 3 : menempatkan ide utama di tengah atau di puncak peta tersebut Langkah 4 : mengelompokkan ide- ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukan hubungan ide-ide tersebut dengan ide utama. Berdasarkan pendapat di atas dapat dikemukakan langkah- langkah menyusun peta konsep sebagai berikut: 1) Memilih suatu bahan bacaan 2) Menentukan konsep-konsep yang relevan 3) Mengelompokkan (mengurutkan ) konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif 4) Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep-konsep yang paling inklusif diletakkan di bagian atas atau di pusat bagan tersebut. Dalam menghubungkan konsep- konsep tersebut dihubungkan dengan kata hubung. Misalnya “ merupakan”, “dengan”, “ diperoleh”, dan lain-lain. c. Peta Konsep sebagai Alat Ukur Alternatif Tes seperti pilihan ganda yang selama ini dipandang sebagai alat ukur (uji) keberhasilan siswa dalam menempuh jenjang pendidikan tertentu, bukanlah satu-satunya alat ukur untuk menentukan keberhasilan siswa. Tingkat keberhasilan siswa dalam menyerap pengetahuan sangat beragam, maka diperlukan alat ukur yang beragam. Peta konsep adalah salah satu bentuk penilaian kinerja yang dapat mengukur siswa dari sisi yang berbeda. Penilaian kinerja adalah bentuk penilaian yang digunakan untuk menilai kemampuan dan keterampilan siswa berdasarkan pada pengamatan tingkah lakunya selama melakukan penilaian terhadap hasil kerja siswa selama kegiatan. Menurut Tukman dalam Sutowijoyo (2002 : 31) penilaian kinerja adalah penilaian yang meliputi hasil dan proses, yang biasanya menggunakan material atau suatu peralatan (equipment). Penilaian kinerja dapat digunakan terutama untuk mengukur tujuan pembelajaran yang tidak dapat diukur dengan baik bila menggunakan tes obyektif. Penilaian kinerja mengharuskan siswa secara aktif mendemonstrasikan apa yang mereka ketahui. Yang paling penting, penilaian kinerja dapat memberi motivasi untuk meningkatkan pengajaran, pemahaman terhadap apa yang mereka perlu ketahui dan yang dapat mereka kerjakan. Berdasarkan teori belajar kognitif Ausubel, Novak dan Gowin (1984) dalam Dahar (1988 : 143) menawarkan skema penilaian yang terdiri atas: Struktur hirarki, perbedaan progresif, dan rekonsiliasi integratif. Struktur hirarkis, yaitu struktur kognitif yang diatur secara hirarki dengan konsep-konsep dan proposisi-proposisi yang lebih inklusif, lebih umum, superordinat terhadap konsep-konsep dan proposisi-proposisi yang kurang inklusif dan lebih khusus. Perbedaan progresif menyatakan bahwa belajar bermakna merupakan proses yang kontinyu, dimana konsep-konsep baru memperoleh lebih banyak arti dengan bentuk lebih banyak kaitan-kaitan proporsional. Jadi konsep-konsep tidak pernah tuntas dipelajari, tetapi selalu dipelajari, dimodifikasi, dan dibuat lebih inklusif. Rekonsiliasi integratif menyatakan bahwa belajar bermakna akan meningkat bila siswa menyadari akan perlunya kaitan-kaitan baru antara kumpulan-kumpulan konsep atau proposisi. Dalam peta konsep, rekonsiliasi integratif ini diperlihatkan dengan kaitan- kaitan silang antara kumpulan- kumpulan konsep (Dahar,1988 : 162) Selanjutnya Novak dan Gowin memberikan suatu aturan untuk mengikuti penilaian numerik jika skoring dipandang perlu. Pertama, skoring didasarkan atas preposisi yang valid. Kedua, untuk menghitung level hirarkis yang valid dan untuk menskor tiap level sebanyak hubungan yang dibuat. Ketiga, crosslink yang menunjukan hubungan valid antara dua kumpulan (segmen) yang berbeda adalah lebih penting daripada level hirarkis, karena mungkin saja ini pertanda adanya penyesuaian yang integratif. Keempat, diharapkan siswa dapat memberikan contoh yang spesifik dalam beberapa kasus untuk meyakinkan bahwa siswa mengetahui peristiwa atau obyek yang ditunjukan oleh label konsep. Jenis-jenis Peta Konsep
jenis peta konsep
yang ditunjukan oleh label konsep. Jenis-jenis Peta Konsep Menurut Nur (2000) dalam Erman (2003 : 24) peta konsep ada empat macam yaitu: pohon jaringan ( network tree), rantai kejadian ( events chain), peta konsep siklus ( cycle concept map), dan peta konsep laba-laba (spider concept map). 1) Pohon Jaringan. Ide-ide pokok dibuat dalam persegi empat, sedangkan beberapa kata lain dihubungkan oleh garis penghubung. Kata-kata pada garis penghubung memberikan hubungan antara konsep-konsep. Pada saat mengkonstruksi suatu pohon jaringan, tulislah topik itu dan daftar konsep-konsep utama yang berkaitan dengan topik itu. Daftar dan mulailah dengan menempatkan ide-ide atau konsep-konsep dalam suatu susunan dari umum ke khusus. Cabangkan konsep-konsep yang berkaitan itu dari konsep utama dan berikan hubungannya pada garis-garis itu (Nur dalam Erman 2003 : 25) Pohon jaringan cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: - Menunjukan informasi sebab- akibat - Suatu hirarki - Prosedur yang bercabang Istilah-istilah yang berkaitan yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan-hubungan. 1) Rantai Kejadian. Nur dalam Erman (2003 :26) mengemukakan bahwa peta konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memerikan suatu urutan kejadian, langkah-langkah dalam suatu prosedur, atau tahap-tahap dalam suatu proses. Misalnya dalam melakukan eksperimen. Rantai kejadian cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: - Memerikan tahap-tahap suatu proses - Langkah-langkah dalam suatu prosedur - Suatu urutan kejadian 2) Peta Konsep Siklus Dalam peta konsep siklus, rangkaian kejadian tidak menghasilkan suatu hasil akhir. Kejadian akhir pada rantai itu menghubungkan kembali ke kejadian awal. Seterusnya kejadian akhir itu menhubungkan kembali ke kejadian awal siklus itu berulang dengan sendirinya dan tidak ada akhirnya. Peta konsep siklus cocok diterapkan untuk menunjukan hubungan bagaimana suatu rangkaian kejadian berinteraksi untuk menghasilkan suatu kelompok hasil yang berulang-ulang. Gambar 2.5 memperlihatkan siklus tentang hubungan antara siang dan malam. 3) Peta Konsep Laba-laba Peta konsep laba-laba dapat digunakan untuk curah pendapat. Dalam melakukan curah pendapat ide-ide berasal dari suatu ide sentral, sehingga dapat memperoleh sejumlah besar ide yang bercampur aduk. Banyak dari ide-ide tersebut berkaitan dengan ide sentral namun belum tentu jelas hubungannya satu sama lain. Kita dapat memulainya dengan memisah-misahkan dan mengelompokkan istilah-istilah menurut kaitan tertentu sehingga istilah itu menjadi lebih berguna dengan menuliskannya di luar konsep utama. Peta konsep laba- laba cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: a) Tidak menurut hirarki, kecuali berada dalam suatu kategori b) Kategori yang tidak paralel c) Hasil curah pendapat Proses mengajarkan strategi belajar digunakan dua pendekatan pengajaran utama, yaitu pengajaran langsung dan pengajaran terbalik (Nur 2000 b: 45). Pengajaran langsung merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Dalam melatihkan strategi belajar secara efektif memerlukan pengetahuan deklaratif, prosedural, dan kondisional tentang strategi- strategi belajar. Pengetahuan deklaratif tentang strategi- strategi tertentu termasuk bagaimana strategi itu didefinisikan, mengapa strategi itu berhasil, dan bagaimana strategi itu serupa atau berbeda dengan strategi-strategi lain. Siswa juga memerlukan pengetahuan prosedural, sehingga mereka dapat menggunakan berbagai macam strategi secara efektif. Di samping itu juga menggunakan pengetahuan kondisional untuk mengetahui kapan dan mengapa menggunakan strategi tertentu. Salah satu alasan menggunakan pengajaran langsung dalam mengajarkan strategi belajar adalah karena pengajaran langsung diciptakan secara khusus untuk mempermudah siswa dalam mempelajari pengetahuan deklaratif dan prosedural yang telah direncanakan dengan baik serta dapat mempelajarinya selangkah demi selangkah (Arends 1997) dalam Nur (2000 b: 46). Pada Tabel 2.2 sintaks pengajaran langsung yang diadaptasikan untuk mengajarkan strategi belajar, dan dilengkapi dengan teori yang mendukung sebagai landasan pelaksanaan pengajaran strategi belajar. Tahap-tahap Pengajaran Langsung dalam Melatihkan Strategi Belajar Tahap 1 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Memotivasi siswa. Tahap 2 1. Secara klasikal menjelaskan strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep. 2. Memodelkan strategi Mengarisbawahi dan membuat peta konsep. Tahap 3 Melatihkan siswa menggunakan strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep dibawah bimbingan guru. Tahap 4 1. Memeriksa pemahaman siswa terhadap strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep 2. Memberi umpan balik hasil pemahaman siswa terhadap strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep. Tahap 5 Melatih sisawa untuk menerapkan strategi belajar menggarisbawahi dan membuat peta konsep secara mandiri. Tahap 6 1. Mengevaluasi tugas latihan menggarisbawahi dan membuat peta konsep. 2. Membimbing siswa untuk merangkum pelajaran
Jumat, 18 September 2009
Senin, 07 September 2009
PESANTREN KILAT (SANLAT)
Pesertadidik tampak khusu sa'at memperhatikan Tenagapendidik memberikan materi (anak kelas tiga dan empat)
Rabu, 12 Agustus 2009
Memperingati HUT PRAMUKA

Dalam rangka memperingati hari Pramuka, SD Negeri Tamanjaya beserta Sekolah Sekolah yang ada di kecamatan Ciemas mengadakan Perkemahan di Bumi Perkemahan Ciletuh yang dilaksanakan selama
Tiga hari Dua malam mulai dari tanggal 12.08.2009 sampai dengan 14.08.2009, SD Negeri Tamanjaya Mengutus
4 regu yang terbagi menjadi
2 regu putra
2 regu putri
jumlah masing-masing regu
11 orang dan
6 orang pembina
Prestasi yang diraih selama di Bumi Perkemahan Ciletuh yaitu:
Alhamdulilah SD Negeri Tamanjaya menjadi Juara Umum tingkat Sekolah Dasar
PUTRI
Juara 1 PBB
Juara 1 SIMAPUR
Juara 2 MORSE
Juara 1 MHQ Rimayanti
Juara 3 MHQ Rohmawati
Juara 2 P3K
Juara 3 MENAKSIR
Juara 2 Tali-temali
PUTRA
Juara 1 PBB
Juara 1 SIMAPUR
Juara 2 MHQ
Juara 1 MHQ
Juara 1 P3K
Juara 3 MENAKSIR
Juara 2 TALI-TEMALI
Juara 2 MORSE
Jumat, 31 Juli 2009
APA ITU BLOG.?
Blog merupakan kependekan dari WEBLOG, Pertama kali di populerkan oleh JORN BARGER Pada tahun 1997. Dari tahun ketahun perkembangan blog semakin meningkat. BLOG kemudian menysuaikan bentuk sesuai dengan kemampuan para pembuatnya (blogger). Dimana pada awalnya blog hanya merupakan suatu catatan perjalanan yang di online kan.
Blog tersebut mempunyai beragam fasiltas yang disediakan bagi blogger, antara lain;
1. Satu user/bloger bisa membuat lebih dari satu blog (multiple blog)
2. Blog menydiakan commenting system, dimana terdapat suatu form untuk mengisikan suatu komentar terhadap berita yang di tampilkan dalam blog.
3. Template yang di sediakan cukup banyak yang menarik sehingga kita tinggal klik
4. Dan masih banyak fasilitas yang lainnya
Terdapat banyak istilah dalam blog, antara lain:
BLOGER ialah orang ya menulis di dalam blog tersebut.
BLOGROL adalah merupakan ling dari website yang dikumpulkan oleh bloger.
BLOGHEADDER adalah header dari sebuah halaman bloger.
BLOGMAIL adalah pasilitas email yang terdapat dalam blog tersebut.
BLOGSIDE adalah kumpulan informasi yang berhubungan dengan bloger yang berisikan daftar blog terbaru yang sedang populer.
Apakah anda tahu blog apa yang pertamakali dibuat, Kemungkinan besar adalah halamat what's new yang terdapat pada browser MOSAIC Yang dibuat oleh MARC ANDERSON Pada tahun 1993 Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya INTERNET EXPLORER bahkan seblum adanya NETSCAPE.
Dalam perkembangan TI sekarang ini blog merupakan suatu langkah singkat untuk membuat suatu berita baik yang bersipat pribadi, kelompok,
Sekarang ini sudah banyak provider yang mempunyai banyak fasilitas gratis antara lain:
blogger.com
wordpress.com
blogsome.com
blgdrive.com
dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sekarang kita tinggal memilih
dan jangan lupa buka tampilan tampilan blog orang lain yang lebih bagus sehingga mampu menambah wawasan kita
Blog tersebut mempunyai beragam fasiltas yang disediakan bagi blogger, antara lain;
1. Satu user/bloger bisa membuat lebih dari satu blog (multiple blog)
2. Blog menydiakan commenting system, dimana terdapat suatu form untuk mengisikan suatu komentar terhadap berita yang di tampilkan dalam blog.
3. Template yang di sediakan cukup banyak yang menarik sehingga kita tinggal klik
4. Dan masih banyak fasilitas yang lainnya
Terdapat banyak istilah dalam blog, antara lain:
BLOGER ialah orang ya menulis di dalam blog tersebut.
BLOGROL adalah merupakan ling dari website yang dikumpulkan oleh bloger.
BLOGHEADDER adalah header dari sebuah halaman bloger.
BLOGMAIL adalah pasilitas email yang terdapat dalam blog tersebut.
BLOGSIDE adalah kumpulan informasi yang berhubungan dengan bloger yang berisikan daftar blog terbaru yang sedang populer.
Apakah anda tahu blog apa yang pertamakali dibuat, Kemungkinan besar adalah halamat what's new yang terdapat pada browser MOSAIC Yang dibuat oleh MARC ANDERSON Pada tahun 1993 Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya INTERNET EXPLORER bahkan seblum adanya NETSCAPE.
Dalam perkembangan TI sekarang ini blog merupakan suatu langkah singkat untuk membuat suatu berita baik yang bersipat pribadi, kelompok,
Sekarang ini sudah banyak provider yang mempunyai banyak fasilitas gratis antara lain:
blogger.com
wordpress.com
blogsome.com
blgdrive.com
dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sekarang kita tinggal memilih
dan jangan lupa buka tampilan tampilan blog orang lain yang lebih bagus sehingga mampu menambah wawasan kita
EKSTRAKULIKULER
PRAMUKA
Kelas 1. 2. 3
Jum'at
Pembina
1. Hj AN. SUKIRNI
2. Euis Nurjanah, S.Pd
Kelas 4. 5. 6
Jum'at
1. Dedi Ependi, S.Pd
2. Supriatna
OLAHRAGA
Kelas 3. 4
Sabtu
1. Dedi Ependi, S.Pd
2. Yuyun Yuniarsih, S.Pd
Kelas 5. 6
Sabtu
1. Aang Gunawan, S.Pd
2. Yuyun Yuniarsih, S.Pd
Kesenian
kelas 3. 4. 5. 6.
Kelas 1. 2. 3
Jum'at
Pembina
1. Hj AN. SUKIRNI
2. Euis Nurjanah, S.Pd
Kelas 4. 5. 6
Jum'at
1. Dedi Ependi, S.Pd
2. Supriatna
OLAHRAGA
Kelas 3. 4
Sabtu
1. Dedi Ependi, S.Pd
2. Yuyun Yuniarsih, S.Pd
Kelas 5. 6
Sabtu
1. Aang Gunawan, S.Pd
2. Yuyun Yuniarsih, S.Pd
Kesenian
kelas 3. 4. 5. 6.
VISI DAN MISI SDN TAMANJAYA
Berdasarkan visi misi dan Tujuan Pendidikan dasar yaitu mencerdaskan kepribadian yang berahlak mulia serta trampil untuk bisa hidup yang mandiri dengan mengikuti pendidikan yang lebih lanjut maka Tujuan pendidikan
SD Negeri Tamanjaya sebagai berikut:
a. Menjadikan sekolah sebagai sarana pendidkan dengan pendekatan pembelajaran PAKEM
b. Meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam Kegiatan Belajar Mengajar
c. Meningkatkan kerjasama antara warga sekolah dengan Masyarakat
d. Menjadikan potensi lokal yang berwawasan Global
VISI
Suasana sekolah yang bersih nyaman, penuh dengan kepedulian sehingga belajar Pesetadidik jadi Aktif, Kreatif, Inovasi, cerdas dan Terampil serta berwawasan Global.
MISI
1. Menciptakan suasana belajar menjadi menyenangkan tampa takut salah
2. Meningkatkan dan mewujudkan prestasi pesertadidik melalui proses belajar mengajar
3. Membina dan mengarahkan peseta didik dalam proses belajar mengajar
4. Meningkatkan kinerja tenaga pendidik melalui pembinaan yang dilandasi ketakwaan kepada Allah SWT
5. Meningkatkan peranserta masyarakat dalam pendidikan
6. Meningkatkan disiplin pesertadidik
7. Menjadikan Potensi lokal yang berwawasan Global.
SD Negeri Tamanjaya sebagai berikut:
a. Menjadikan sekolah sebagai sarana pendidkan dengan pendekatan pembelajaran PAKEM
b. Meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam Kegiatan Belajar Mengajar
c. Meningkatkan kerjasama antara warga sekolah dengan Masyarakat
d. Menjadikan potensi lokal yang berwawasan Global
VISI
Suasana sekolah yang bersih nyaman, penuh dengan kepedulian sehingga belajar Pesetadidik jadi Aktif, Kreatif, Inovasi, cerdas dan Terampil serta berwawasan Global.
MISI
1. Menciptakan suasana belajar menjadi menyenangkan tampa takut salah
2. Meningkatkan dan mewujudkan prestasi pesertadidik melalui proses belajar mengajar
3. Membina dan mengarahkan peseta didik dalam proses belajar mengajar
4. Meningkatkan kinerja tenaga pendidik melalui pembinaan yang dilandasi ketakwaan kepada Allah SWT
5. Meningkatkan peranserta masyarakat dalam pendidikan
6. Meningkatkan disiplin pesertadidik
7. Menjadikan Potensi lokal yang berwawasan Global.
PELAKSANAAN ISRO MIRAJ
Kepala Sekolah Ibu Hj. AN. Sukirni
Peserta Didik tampak tertib ketika mendengarkan penceramah
Pak Dedi Ependi, S.Pd yang tampak ceria ketika ada di depan tumpeng yang di sediakan oleh ibu-ibu guru
Bapak Aang Gunawan, S.Pd.I Yang menggunakan jaket Selaku pembagi acara / mic conditions mc
Ini adalah salah satu program yang rutinitas keagamaan
Kamis, 30 Juli 2009
PROPILE SEKOLAH
SD Negeri Tamanjaya
Alamat. JL. Raya Tamanjaya
Desa. Tamanjaya
Kecamatan. Ciemas
Kabupaten. Sukabumi
Telphone. 085659423849 081563324583
email. sdntamanjaya@gmail.com
Blogg
http://sdntamanjaya.blogspot.com
http://sdntamanjaya.wen9.com
NSS/NSM/NDS. 10.10.20.636014
Jenjang Akreditas. B
Tahun didirikan. 1977
Tahun Beroperasi. 1977
Kepemilikan Tanah. Pemerintah
a. Status Tanah. Hibah
b. Luas Tanah. 10.000m2
Luas Bangunan. 360.5 m2
Data Siswa
2007/2008
1.34
2.38
3.39
4.31
5.39
6.42
2008/2009
1.47
2.33
3.40
4.41
5.30
6.39
2009/2010
1.28
2.49
3.32
4.40
5.40
6.30
Jumlah Tenaga pendidik
6 orang pns
1 orang sukwan
1 orang penjaga
KOMITE TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Tahun Pelajaran
2009-2010
Kepengurusan
SDN TAMANJAYA
Terdiri atas
a. Komite
Ketua: Sujatna, S.Ag
Sekertaris: Utis
Bendahara: Komadin
b. Tenaga Kependidikan
Kepala Sekolah
Hj. AN. SUKIRNI. A.Ma.Pd
Guru Kelas 1-2
Juariah, S.Pd
Guru Kelas 3
Supriatna, A.Ma
Guru Kelas 4
Euis Nurjanah, S.Pd
Guru Kelas 5
Yuyun Yuniarsih, S.Pd
Guru Kelas 6
Dedi Ependi. S.Pd
Guru PAI
Aang Gunawan. S.Pd.I
Penjaga
Desmaendri
Alamat. JL. Raya Tamanjaya
Desa. Tamanjaya
Kecamatan. Ciemas
Kabupaten. Sukabumi
Telphone. 085659423849 081563324583
email. sdntamanjaya@gmail.com
Blogg
http://sdntamanjaya.blogspot.com
http://sdntamanjaya.wen9.com
NSS/NSM/NDS. 10.10.20.636014
Jenjang Akreditas. B
Tahun didirikan. 1977
Tahun Beroperasi. 1977
Kepemilikan Tanah. Pemerintah
a. Status Tanah. Hibah
b. Luas Tanah. 10.000m2
Luas Bangunan. 360.5 m2
Data Siswa
2007/2008
1.34
2.38
3.39
4.31
5.39
6.42
2008/2009
1.47
2.33
3.40
4.41
5.30
6.39
2009/2010
1.28
2.49
3.32
4.40
5.40
6.30
Jumlah Tenaga pendidik
6 orang pns
1 orang sukwan
1 orang penjaga
KOMITE TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Tahun Pelajaran
2009-2010
Kepengurusan
SDN TAMANJAYA
Terdiri atas
a. Komite
Ketua: Sujatna, S.Ag
Sekertaris: Utis
Bendahara: Komadin
b. Tenaga Kependidikan
Kepala Sekolah
Hj. AN. SUKIRNI. A.Ma.Pd
Guru Kelas 1-2
Juariah, S.Pd
Guru Kelas 3
Supriatna, A.Ma
Guru Kelas 4
Euis Nurjanah, S.Pd
Guru Kelas 5
Yuyun Yuniarsih, S.Pd
Guru Kelas 6
Dedi Ependi. S.Pd
Guru PAI
Aang Gunawan. S.Pd.I
Penjaga
Desmaendri
Langganan:
Postingan (Atom)


